Pada pemeriksaan kendaraan terakhir, ada kabar buruk: “Ban aus luar” – kalimat yang membuat banyak pengemudi mobil khawatir. Apa sebenarnya arti dari ini, dan yang terpenting: Apa penyebabnya, apa akibat yang mengancam, dan bagaimana cara mengatasi masalah ini?
Keausan Ban: Masalah Umum
Ban dengan tapak aus di sisi luar
Keausan ban yang tidak merata, terutama di sisi luar, adalah masalah yang sangat umum. Ini dapat memiliki berbagai alasan dan menunjukkan adanya kesalahan dalam sistem kendaraan yang perlu diperbaiki.
Kemungkinan Penyebab Ban Aus di Bagian Luar
Mencari penyebab adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Berikut adalah beberapa alasan paling umum untuk ban yang aus di bagian luar:
1. Tekanan Ban yang Salah
Tekanan ban yang terlalu rendah menyebabkan dinding samping ban tertekan lebih kuat dan ban aus lebih cepat di bagian tepi. “Banyak pengemudi mobil meremehkan pentingnya tekanan ban,” kata pakar otomotif Markus Schmidt, penulis buku “Diagnosa Kendaraan Modern”. “Padahal, tekanan ban yang tepat sangat penting untuk keselamatan berkendara dan umur pakai ban.”
2. Geometri Roda yang Salah
Jika geometri roda kendaraan Anda tidak disetel dengan benar, ban dapat aus secara tidak merata, seringkali di tepi luar. Ini bisa terjadi, misalnya, jika mobil melewati tepi jalan yang tinggi.
3. Peredam Kejut yang Rusak
Peredam kejut yang aus dapat menyebabkan ban tidak selalu bersentuhan dengan permukaan jalan dan karenanya terbebani secara tidak merata.
4. Gaya Mengemudi
Gaya mengemudi yang sporty dengan sering menikung juga bisa menjadi alasan ban aus di bagian luar.
Risiko dan Akibat
Ban yang aus, terutama di tepi luar, merupakan risiko keselamatan yang signifikan:
- Jarak Pengereman Lebih Panjang: Cengkeraman pada jalan berkurang, yang menyebabkan jarak pengereman lebih panjang.
- Pengendalian yang Lebih Buruk: Terutama saat basah dan di tikungan, dapat terjadi kehilangan kendali atas kendaraan.
- Peningkatan Risiko Aquaplaning: Ban yang aus tidak dapat lagi membuang air dengan cukup, sehingga meningkatkan risiko aquaplaning.
Mengukur kedalaman tapak ban dengan alat pengukur kedalaman
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ban Aus di Bagian Luar?
Pertama-tama, jika ban sangat aus, penggantian segera tidak dapat dihindari! Kedalaman tapak minimum yang diizinkan secara hukum adalah 1,6 mm, tetapi untuk alasan keamanan, penggantian disarankan mulai dari 3 mm.
Selain itu, Anda harus:
- Periksa dan koreksi tekanan ban secara teratur.
- Periksa geometri roda di bengkel dan minta disetel jika perlu.
- Ganti peredam kejut yang rusak.
- Pertimbangkan kembali dan sesuaikan gaya mengemudi.
Mencegah Lebih Baik daripada Mengganti Ban
Untuk menghindari situasi ini sejak awal, Anda harus memperhatikan beberapa tips:
- Pemeriksaan tekanan ban secara teratur: Setidaknya setiap 2-4 minggu dan sebelum setiap perjalanan jauh.
- Penyetelan roda setelah penggantian ban atau setelah benturan keras (misalnya, tepi jalan).
- Gaya mengemudi yang hati-hati: Hindari pengereman mendadak, akselerasi, dan membelok tajam.
Kesimpulan
Ban yang aus di bagian luar adalah masalah serius yang membahayakan keselamatan berkendara dan dapat menyebabkan biaya lanjutan yang tinggi. Namun, dengan perawatan rutin, gaya mengemudi yang disesuaikan, dan perbaikan penyebab yang mendasarinya, Anda dapat membantu menjaga ban Anda dalam kondisi baik lebih lama dan berkendara dengan aman.
Butuh bantuan dalam memilih ban atau mendiagnosis masalah dengan kendaraan Anda? Hubungi kami! Pakar otomotif kami siap membantu Anda dengan saran dan tindakan.