Penggantian oli secara teratur sangat penting untuk umur panjang dan kinerja transmisi otomatis apa pun, dan transmisi DSG (Direct Shift Gearbox) tidak terkecuali. Namun, banyak pengemudi bertanya-tanya apakah dan kapan penggantian oli pada transmisi DSG diperlukan. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari semua hal penting tentang topik “Penggantian Oli Transmisi DSG”, sehingga Anda dapat menikmati kendaraan Anda untuk waktu yang lama.
Mengapa Penggantian Oli Transmisi DSG Penting?
Transmisi DSG bekerja dengan dua kopling dan mekanika kompleks yang memastikan perpindahan gigi yang cepat dan mulus. Oli transmisi memainkan peran penting dalam hal ini: melumasi bagian-bagian yang bergerak, mendinginkan transmisi, dan melindunginya dari abrasi dan korosi.
Namun, seiring waktu, oli kehilangan sifat pelumasnya dan menjadi tua. Partikel aus yang bersirkulasi dalam oli dapat mengganggu fungsi transmisi dan, dalam kasus terburuk, menyebabkan kerusakan mahal.
Diagram internal transmisi DSG menunjukkan komponen-komponen utama.
Kapan Oli Transmisi DSG Harus Diganti?
Spesifikasi pabrikan untuk interval penggantian oli bervariasi tergantung pada model dan pabrikan kendaraan. Pada dasarnya, penggantian oli transmisi DSG direkomendasikan setiap 60.000 kilometer atau paling lambat setelah 6 tahun. Untuk kendaraan yang sering digunakan dalam lalu lintas perkotaan atau dalam kondisi berat (misalnya, operasi trailer, sering berhenti dan berjalan di tanjakan), penggantian oli lebih awal mungkin masuk akal.
Disarankan untuk melakukan penggantian oli di bengkel spesialis sebagai bagian dari inspeksi.
Seorang mekanik sedang melakukan penggantian oli transmisi DSG di bengkel.
Apa Keuntungan dari Penggantian Oli Transmisi DSG Secara Teratur?
Penggantian oli secara teratur menawarkan banyak keuntungan:
- Umur Panjang Transmisi yang Lebih Lama: Melalui pelumasan optimal dan perlindungan terhadap abrasi, umur transmisi DSG diperpanjang secara signifikan.
- Performa Perpindahan Gigi yang Lebih Baik: Oli baru memastikan perpindahan gigi yang lebih halus dan lebih cepat.
- Konsumsi Bahan Bakar Lebih Rendah: Transmisi yang dilumasi secara optimal bekerja lebih efisien dan dapat berkontribusi pada konsumsi bahan bakar yang lebih rendah.
- Biaya Perbaikan yang Lebih Rendah: Dengan menghindari kerusakan pada transmisi, perbaikan mahal dapat dihindari.